Politisi Partai Gerindra ini juga berharap, ke depan jika ada pembangunan proyek infrastruktur bangunan untuk fasilitas umum, semua elemen masyarakat harus proaktif melaporkan. Terlebih lagi karena di masing-masing kecamatan ada perwakilan anggota DPRD Kukar sesuai dapilnya masing-masing.
“Masyarakat jangan sungkan melaporkan seperti ini dan di dapil sini ada Pak Baharuddin ada Pak Wahab, ada Pak Ma’aruf ya ini bagus harus proaktif seperti ini. Kami karena ada laporan seperti ini, walau bukan dapil kami, ya kami turun memastikan bahwa ternyata memang kualitasnya sangat buruk,” terangnya.
Tindak lanjut dari Sidak ini, pihaknya akan memanggil Dinas PU kontraktornya untuk dimintai pertanggungjawaban, apakah ini memang desainnya memang seperti ini. “Kan kita tidak tahu apakah ini desain baru, kan kita tidak tahu ini ada model besi memanjang ke atas, apakah memang model 2025 kan enggak tahu kita misal buat cadangan besi kah,” selorohnya.
Sementara Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid menegaskan ke depan Dinas PU juga harus benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Perencanaan dan pelaksanaan harus dimonitor betul-betul supaya kualitas yang dihasilkan betul-betul dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. “Ini baru yang kita temui sekarang, belum lagi infrastruktur yang lain. Makanya kita akan mengevaluasi setiap pekerjaan yang ada di Kukar supaya kita mengetahui pelaksanaan kegiatannya seperti apa, agar benar dikerjakan dengan kualitas yang baik,” tegas Rasid. (adv)
Editor : Bambang Irawan