Rasid mengatakan, paripurna yang telah digelar bertujuan agar kerja kedewanan yang masih menjadi tanggung jawab DPRD di agenda selanjutnya bisa lebih lancar lagi dilakukan, mengingat saat ini sudah di penghujung Agustus.
“Kita sudah melaksanakan paripurna pada hari ini dalam rangka penyampaian KUA - PPAS. Mudah-mudahan ke depan dalam proses berjalannya ini bisa lebih lancar lagi, sambil melihat waktu kita kan memang banyak hal yang harus kita selesaikan di sisa waktu yang ada ini,” kata Rasid kepada awak media, Jumat (27/8/2021).
Ia pun berharap apa yang telah dilakukan bersama dengan pihak eksekutif ini bisa membuat anggaran Kukar lebih sehat dan maksimal lagi serapannya. “Kita mau memaksimalkan pelaksanaan agar bagaimana kegiatan yang direncanakan ini bisa lebih meminimalisir Silpa,” harap politikus Golkar ini.
Terpisah, Rendi Solihin mengungkapkan paripurna yang dilaksanakan hari ini merupakan lanjutan tahapan konsinyering bersama DPRD beberapa waktu lalu dan menyampaikan rancangan perubahan tahun 2021 untuk dibahas bersama.
“Tadi ada beberapa angka yang kami sebutkan misalnya terkait dari adanya penurunan PAD dari Rp470,76 miliar Rupiah menjadi sebesar Rp436,48 miliar atau berkurang sebesar Rp34,27 miliar. Namun total seluruh APBD setelah perubahan 2021 naik menjadi di angka Rp5,30 triliun.
Yang jelas setelah ini selanjutnya nanti yang paling penting mekanisme di DPRD bagaimana, dibahas di banggar untuk lebih detailnya setelah itu kita lakukan pengesahan KUA PPAS dan penetapan APBD-P,” ungkapnya.
Karena mengingat waktu yang cukup sempit untuk di perubahan jadi eksekutif ingin mendorong semoga proses ini berjalan baik dan segala mekanisme aturan yang dilakukan bisa bergerak cepat supaya tidak terjadi seperti di tahun-tahun sebelumnya seperti utang kepada pihak kontraktor.
“Di tahun ini juga APBD-Perubahan kita akan merealisasikan utang kepada teman kontraktor yang sempat tertunda ada sekitar Rp147 miliar dan ini juga menyesuaikan dan dilihat lagi yang mana dengan kemampuan daerah untuk dibayarkan ke pihak yang bersangkutan.
Ketika ditanya terkait atensi Ketua DPRD agar Silpa tahun ini bisa diminimalisir, Rendi menegaskan pihaknya melakukan banyak efisiensi. “Banyak efisiensi yang kita lakukan untuk menekan Silpa, kalau tahun sebelumnya kita melakukan refocusing kalau tahun ini kita cenderung lakukan efisiensi salah satunya efisiensi perjalanan dinas,” tegasnya. (adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan