Pembahasan persiapan anggaran KONI ini dilaksanakan dengan rapat dengar pendapat (RDP) dipimpin Ketua DPRD Kukar, dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kukar H Alif Turiadi, Ketua Komisi III M Andi Faisal dan Anggota Ahmad Zulfiansyah dan Mitfaul Jannah, Ketua Komisi IV Baharuddin dan anggotanya Saparuddin Pabonglean dan Yusmardani, serta jajaran pengurus KONI Kukar yang dipimpin langsung Rahman.
Tahun ini DPRD sudah menganggarkan untuk kegiatan KONI Kukar sebesar Rp4,3 miliar, artinya saat ini akan diperjuangkan anggaran untuk mencukupi kekurangannya sekitar Rp9 miliar untuk persiapan Pra Porprov Kaltim.
"Semoga kondisi keuangan kita memungkinkan maka kita bisa alokasikan untuk kekurangan anggarannya, ini juga sebagai dukungan kita dalam pembangunan SDM melalui bidang olahraga, " kata Rasid saat dikonfirmasi ulang korankaltim.com, Kamis (1/7/2021) hari ini.
Ditanya jika anggaran kekurangan tersebut tidak dapat diakomodir seluruhnya, Ketua DPRD Kukar yang berasal dari Dapil I Tenggarong ini berharap, KONI Kukar harus bisa melihat dari sekian cabang olahraga tersebut mana yang bisa menjadi prioritas atau unggulan dalam meraih prestasi dan mana yang tidak prioritas dalam mendulang medali.
"Dalam seluruh cabor mungkin ada unggulan yang prestasinya sudah bagus dan pembinaannya sudah lama maka ini yang menjadi prioritas, ini sebagai upaya kita jika kekurangan anggaran tersebut tidak dapat diakomodir seluruhnya, " harap politisi Golkar ini.
Namun Rasid menegaskan, ada cara lain jika anggaran kekurangan tersebut tidak dapat diakomodir seluruhnya, yakni dengan cara mencari bantuan pihak ketiga, baik perusahaan milik daerah maupun perusahaan swasta yang beroperasi di Kukar.
"Karena memang dalam melaksanakan pembinaan olahraga ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja tetapi semua pihak termasuk perusahaan swasta yang bisa dilibatkan, mungkin nanti ada komunikasi yang dibangun apakah dengan perusahaan milik daerah maupun perusahaan swasta untuk pembinaan olahraga, apakah nanti bisa menjadi bapak angkat atau bantuan pada setiap event olahraga saja, " tegasnya.
"Kegiatan pembangunan tidak hanya pembangunan infrastruktur saja, tetapi juga membangun sumber daya manusia (SDM) dibidang olahraga juga bagian daripada pembangunan itu sendiri," pungkas Rasid. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur