Asisten I Setkab Kukar Ahmad Taufik Hidayat mengatakan, dalam kesempatan ini pihaknya menyampaikan beberapa OPD yang mendapat alokasi untuk anggaran penanganan Covid-19 di tahun 2021 mencapai Rp39,9 miliar, seperti Dinkes Kukar, BPBD Kukar serta Satpol-PP, dan rata-rata yang sudah terealisasi dari anggaran tersebut antara diatas 20 persen sampai dibawah 33 persen.
"Sebagian besar anggaran ini dalam konteks penunjang sebenarnya, seperti insentif tenaga kesehatan dan honor, hal ini agar ada semangat kerja bagi mereka yang bertugas, " papar Taufik.
Sedangkan terkait kebijakan PTM di Kukar, Taufik mengaku, sesuai yang disampaikan Sekkab Kukar beberapa waktu lalu, pemerintah daerah belum bisa melaksanakannya, karena pihaknya juga menunggu kebijakan dari Pemprov Kaltim sekaligus melihat kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Kukar.
"Meskipun sebagian besar di Kukar sudah zona hijau tetapi juga masih ada wilayah yang zona orange dan ini perlu kehati-hatian. Kemudian adanya SKB 4 Menteri yang menjadi pedoman kita untuk mempersiapkan PTM, " jelas Taufik.
Menanggapi hal itu, Baharuddin menegaskan, terkait permasalahan progres realisasi anggaran penanganan Covid 19 tahun 2021 di Kukar, sudah dijelaskan secara detail dari Dinkes dan Pemkab Kukar, tahun ini sudah dianggarkan tetapi fokusnya saat ini juga bagaimana memberikan vaksin kepada masyarakat, sehingga kuota yang diamanahkan dari pusat bisa semuanya ter-cover.
"Karena sampai sekarang baru sekitar 42 persen sebaran vaksinasi di Kukar untuk tahap pertama dan kedua. Kami harap untuk vaksinasi tahap ketiga bisa dilakukan dan mencapai sasaran 100 persen, " ujar Baharuddin.
Menyikapi terkait PTM di Kukar, Baharuddin menambahkan, pihaknya sependapat dengan Pemkab Kukar untuk menunda. "Meskipun belum bisa dilakukan, tetapi kami tetap berharap pada awal tahun ajaran baru ini bisa dilakukan PTM dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, " tutupnya.(Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur