Sidak di titik pertama dilakukan di Jalan Sultan Sulaiman yang terletak tidak jauh dari Kantor Kelurahan Loa Tebu.
Rasid mengatakan, sejak awal pembangunan jalan yang ditujukan untuk menjadi akses alternatif sisi darat Kelurahan Loa Tebu ini memang belum pernah dilakukan peningkatan jalan sejak tahun 2000. Seiring berjalannya waktu kondisi terkini jalan sangat rusak dan warga setempat sangat menginginkan agar jalan ini segera diperbaiki.
"Jadi ada tiga jalan utama yang ada di Loa Tebu ini yang dimohonkan ke pemerintah daerah untuk dilakukan pembangunan. Jalan Sultan Sulaiman yang tahun 2000 an dibangun tapi sampai sekarang belum ada peningkatan, kemudian jalan Batu Dinding dan jalan Bengkinang. Makanya kita hari ini melaksanakan turun ke lapangan untuk melihat secara langsung berkaitan dengan kondisi sesuai dengan apa yang disampaikan masyarakat (pada saat unjuk rasa kemarin, red)," kata Rasid kepada awak media di sela-sela Sidak pagi tadi.
Politikus Golkar ini mengungkapkan, setelah dilakukan Sidak yang turut didampingi pihak Kelurahan, Sekcam Tenggarong, perwakilan Dinas PU dan beberapa tokoh masyarakat ini. maka langkah ke depannya bisa segera ditindaklanjuti. "Kalau sekarang mungkin karena pembahasan RKPD ini sudah, makanya nanti kita kroscek ke dinas terkait apakah memang nanti jalan yang ada ini sudah masuk usulan atau belum, kalau memang belum ya tahun depan kita masukkan. Rusaknya bervariasi untuk panjangnya jalan Sulaiman sekitar tiga kilometer kalau Batu Dinding lima kilometer," ungkapnya.
Terkait status jalan yang masuk areal perusahaan di Batu Dinding dan Bengkinang, Rasid menegaskan hal ini ditekankan pada lanjutkan koordinasi antar pihak pemerintah kelurahan dan internal perusahaan.
"Pihak kelurahan berkordinasi dengan perusahaan kalau memang itu bisa menghibahkan untuk bisa kita lakukan pembangunan ya tergantung kelurahan nanti bagaimana mengkomunikasikan ini sehingga apa yang menjadi masukan dari masyarakat bisa terpenuhi," tegasnya.
Dengan segera DPRD Kukar akan membahas agar perbaikan jalan ini terakomodir dan dikoordinasikan dengan dinas terkait terlebih dahulu, kalau memang sekarang ini masuk di RKPD maka tindaklanjutnya di tahun depan. "Kalau belum ya mungkin 2022 bisa dibahas, tapi untuk yang spot spot itu bisa kita upayakan mungkin dengan kegiatan melalui pokok-pokok pikiran dewan, yang nanti bisa kita koordinasikan dengan anggota dewan yang ada di Dapil 1 ini. Bagaimana untuk memikirkan supaya masalah Loa Tebu ini bisa cepat selesai karena kasihan pak Lurah ini yang selalu ditekan terus dengan masyarakat, karena memang itulah risiko jadi pejabat dan jadi pimpinan memang seperti itu," pungkas Rasid.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan