"Memang serba salah karena di daerah alur sungai Mahakam yang melewati bawah jembatan Martadipura tidak ada wajib pandu, untuk itu hasil RDP ini, mereka (KSOP, red) akan bersurat ke pusat mengubah supaya ada pandu asisnya serta DLKr dan DLKp di jembatan Martadipura, " kata Andi Faisal kepada awak media usai memimpin rapat siang ini.
Politikus Golkar ini mengungkapkan, sebenarnya KSOP dan Pelindo Samarinda dan beberapa stakeholder telah melakukan pertemuan pada Jumat (4/6/2021) lalu, mereka akan memanggil seluruh perusahaan dan agen pelayaran yang membawa batu bara melewati jembatan Martadipura agar memangkas gundukan batu bara ketika kondisi sungai pasang.
"Kami di Komisi III juga akan memanggil semua pelabuhan dan perusahaan agen pelayaran yang menggunakan jasa alur sungai Mahakam supaya mengubah pola dalam pengangkutan batu bara, ketika air pasang harus dipangkas ketinggian batu bara yang diangkut, " ungkapnya.
Ical sapaan akrabnya menegaskan, tahun lalu anggaran dari Pemkab Kukar sekitar Rp 20 miliar lebih untuk merehab jembatan Martadipura tetapi selama ini yang menabrak gundukan batu bara dari swasta, tentu hal ini sangat disayangkan karena hampir setiap tahun, Kukar hanya memperbaiki jembatan yang ditabrak swasta dan tidak ada pertanggung jawabannya.
"Untuk itu kita akan membuat kajian terkait hal tersebut dan kita akan mengundang Ombudsman, karena ini ada kebijakan yang menurut saya tidak pas, karena jembatan Martadipura yang selama ini menjadi aset Kukar dan objek vital bagi lima Kecamatan di Hulu Kukar tapi tidak masuk di dalam wilayah pengawasan daripada KSOP Samarinda dan Pelindo, " terangnya.
Anggota DPRD Kukar dari Dapil II ini menegaskan, jembatan Martadipura masuk dalam wilayah pengawasan KSOP Samarinda, tetapi wewenang yang diawasi KSOP hanya sampai di jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong, tidak sampai ke jembatan Martadipura.
"Makanya di sana banyak sekali kejadian-kejadian ilegal dan ini yang juga kita sayangkan. Karena harga dari sebuah jembatan itu bukan soal aset nilainya, tapi asas manfaatnya yang dirasakan oleh masyarakat. Semoga dengan kejadian ini memacu percepatan perubahan pengawasan di jembatan Martadipura, " tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan