Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid bersama Wakil Ketua III Siswo Cahyono menerima langsung massa demonstrasi yang diketahui menuntut perbaikan jalan di Kelurahan Loa Tebu, tepatnya di jalan poros Batu Dinding dan jalan poros Bengkinang serta jalan Sultan Sulaiman.
Massa yang turut didampingi mahasiswa Unikarta ini juga mendesak Pemkab Kukar supaya segera melakukan perbaikan dan DPRD tetap mengawal aspirasi ini agar tetap terealisasi jangan sampai terhenti di tengah jalan.
Setelah menerima massa aksi di depan 'rumah rakyat' ini, Ketua DPRD menyambut dan mempersilakan seluruh massa aksi untuk masuk dan menggelar rapat dengar pendapat di ruang Badan Musyawarah.
Hal ini dilakukan agar aspirasi yang disampaikan bisa dipahami secara seksama dan disikapi dengan baik serta tentunya dengan suasana keakraban dan kekeluargaan serta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Warga masyarakat yang menyampaikan aspirasi di DPRD ini berkaitan dengan infrastruktur jalan yang ada di Kelurahan Loa Tebu. Jadi memang disampaikan yang menjadi fokus utama itu jalan Sulaiman, jalan Batu Dinding dan jalan di Bengkinang," kata Rasid kepada awak media usai memimpin langsung jalannya rapat dengar pendapat bersama warga, Senin (7/6/2021).
Politikus Golkar ini mengungkapkan sebenarnya gambaran secara umumnya, untuk di Batu Dinding dan Bengkinang Kelurahan Loa Tebu kegiatan perbaikan jalan itu memang sudah ada masuk tetapi karena memang jalannya juga panjang hingga sampai sekarang ini belum semuanya bisa ter-cover.
"Misalnya di Bengkinang yang baru terakses semenisasi sekitar 20 persen saja, begitu pula jalan Batu Dinding karena memang kondisi jalannya yang cukup panjang. Kita menyampaikan bahwa kalau memang anggaran kita dimungkinkan ya diupayakan akan mengawali kegiatan perbaikan ini, tetapi kalau memang kondisi keuangan kita memungkinkan dan bisa kita anggarkan ya tentu kita kawal itu," ungkapnya.
Dirinya pun berharap kondisi keuangan daerah bisa membaik, sehingga diharapkan bisa dengan segera memperbaiki infrastruktur-infrastruktur jalan yang masih terkendala.
Berkaitan anggaran untuk tahun yang akan datang, Rasid menegaskan pihaknya masih berkoordinasi dengan OPD terkait apakah ini sudah masuk pada perencanaan di Bappeda tahun 2022 karena memang anggaran 2022 belum dibahas dengan OPD terkait.
"RKPD mungkin sudah dilaksanakan tetapi mungkin diperinci terkait dengan apa-apa saja yang mungkin akan dilaksanakan di kelurahan Loa Tebu kita belum mendapatkan info, makanya kita akan koordinasikan berkaitan dengan ini. Kalau toh itu nanti ada, maka akan kita anggarkan melalui APBD tapi memang memungkinkan ya kita alokasikan melalui pokok-pokok pikiran yang ada di dewan. Yang pasti kita berkomitmen memperbaiki infrastruktur yang ada," pungkasnya.
Penulis:Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan