Didik Agung usai melihat langsung kondisi di lapangan mengatakan kejadian ini murni bukan bencana alam namun kesalahan pihak perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan bersentuhan langsung dengan lahan warga dan asset negara berupa akses jalan yang dipergunakan warga menuju ke ladang.
“Ini bukan bencana alam tapi murni kesalahan manusia dalam menggarap, kami selaku DPRD menyampaikan agar sementara dihentikan hingga segala proses itu selesai, sehingga tidak ada kemelut dikemudian hari,” kata Didik kepada korankaltim.com hari ini. Politisi PDIP ini merekomendasikan agar PT BBE selaku pemilik konsesi memberikan lampu kuning bahkan merah untuk mengevaluasi atau mengganti PT MAM sebagai Subkon-nya.
Hal senada ditambahkan Supriyadi agar persoalan ini harus diselesaikan terlebih dahulu sampai tuntas. “Tidak boleh diteruskan sebelum clean dan clear, karena ini murni kesalahan dan ini luka, jadi luka ini harus disembuhkan. Kita mau observasi dulu kita akan rapat di DPRD, Senin nanti. Kalau satu dua hari ini ada pekerjaan tolong masyarakat dijaga dan sampaikan ke kami kalau ada operasi. jangan sampai ada korban manusia didalam sini,” kata Supriyadi.
Di saat yang bersamaan, Firnadi menjelaskan persoalan ini tidak semudah yang dibayangkan karena ada asset Negara yang dirusak oleh pihak swasta yang berupa jalan. Kemudian bicara aturan 500 meter jarak minimal pertambangan dari pemukiman pada kasus ini sudah sangat melanggar.
“Kami dalami dan ternyata persoalan ini tidak sesederhana yang dipikirkan semisal yang longsor kemudian diganti, kita lihat sama-sama ada aset pemerintah daerah, ada lahan masyarakat tadi yang terdampak, jangan hanya sepihak saja, harus semua secara komprehensip,” sebut Firnandi.
PT BBE dan PT MAM harus membuka datanya bagaimana dokumen dan rencana tambangnya dan apa yang dilakukan oleh MAM dengan teknik tambang yang dilakukannya. “Senin kita RDP kan, kita juga akan minta pihak dari provinsi yakni Inspektur Tambang karena mereka yang paham melakukan penilaian,” tegasnya.
Sementara itu, Community Development PT BBE, Rahman Virlianto menyampaikan pihaknya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ia pun menerima jika untuk sementara kegiatan operasional di sekitar lokasi dihentikan. “Kami ikuti dulu dan cari solusi terbaik bagaimana kejadian serupa tidak terulang kembali, intinya kalau ini disebabkan oleh kita maka kami bertanggung jawab, kita professional lah,” kata Rahman.
Project Manager PT MAM, Subani menambahkan pihaknya siap bertanggung jawab. Dan siap menyelesaikan permasalahan hingga tuntas. “Yang direlokasi ya segera direlokasi dan ini segera kita selesaikan supaya tidak berlarut-larut,” jelas Subani. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur