Menurut Politisi Golkar yang juga Ketua DPD Golkar Kukar ini, pihaknya optimis perjuangan guru honorer ini bisa membuahkan hasil karena forum guru honorer ini sudah terbentuk dan ada di seluruh daerah di Indonesia serta ada forum GTKHNK35+ tingkat pusat.
“Usia kawan-kawan ini kan sudah 35 keatas, artinya sudah tidak berpeluang lagi ikut tes CPNS, jadi peluang nya di Kepres dan upaya bersama ini sudah mendapatkan dukungan dari kami DPRD, Disdikbud, PGRI dan Kepala Daerah,” ujarnya.
Dengan demikian tentunya keputusan akhir ada di kebijakan Presiden Jokowi. Namun, Rasid menegaskan agar forum GTKHNK35+ tetap solid dalam kepengerusuan sebuah organisasi dan tetap menyusun program kerja serta menjalankannya.
“Kalaupun nanti diangkat menjadi PNS, program kerja organisasi harus tetap dijalankan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Kukar dan bentuk komitmen bersama memajukan pendidikan di bumi etam,” tegasnya.
Seperti diketahui, Ketua Forum GTKHNK 35+ Kukar, Ambo Alang mengucapkan, pihaknya bersyukur akhirnya Forum GTKHNK 35+ bisa menggelar Rakorda pada, Senin (30/11/2020) setelah sebelumnya mendapat dukungan dari semua pihak dalam upaya memperjuangkan guru-guru honorer yang berusia di atas 35 tahun untuk diangkat menjadi PNS tanpa tes melalui Kepres.
“Alhamdulillah sudah mendapatkan surat dukungan, yang pertama dari PGRI, Dinas Pendidikan, DPRD dan terakhir dari pihak pemerintah Kukar. Pada intinya teman-teman usia 35 ke atas diusulkan mendapatkan Kepres dari Presiden dan teman-teman yang di bawah usia 35 itu mendapatkan gaji bulanan sesuai dengan UMK dan UMP dari anggaran APBN yang dibayarkan setiap bulan,” ucapnya. (Adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi