"Kami berharap secepatnya dalam pekan ini sudah ada bahan material baja untuk konstruksi jembatan darurat yang kokoh, karena di Oktober dan November ini cuaca ekstrim dan curah hujan yang sangat tinggi, kita takut nantinya jembatan yang ada roboh lagi karena tekanan arus air yang di atas gunung mengalir deras, jika terhambat maka air cepat meluap dan jembatan yang ada bisa tenggelam," katanya saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (7/10/2020).

Berta sapaan akrabnya berharap, OPD teknis bisa memperhitungkan terlebih dahulu, karena jalan yang ada merupakan jalan satu-satunya menuju 13 Desa yang ada Kecamatan Tabang. "Kita berharap material yang berada di Teluk Bentangis Tenggarong yang dikatakan Plt Bupati Kukar kemarin bisa segera dibawa ke Desa Umaq Dian Tabang dan segera dikerjakan pemasangan tiang pancang dan dirangkai di lokasi yang ada," harap Anggota DPRD yang berasal dari Dapil VI ini.
Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan, sejak runtuhnya jembatan, antrean truk dan mobil cukup panjang, mobil untuk menyuplai barang secara estafet menyebabkan biaya transportasinya juga tinggi, ini berimbas langsung dengan harga yang terus merangkak naik.
“Salah satunya tabung gas elpiji 3 Kilogram semula Rp 35.000, sekarang menjadi Rp 55.000, Gula Pasir semula Rp12.000 menjadi Rp17.000 dan Bensin semula Rp 9.000 menjadi Rp12.000 sampai Rp 13.000, sangat prihatin dan keadaan ini disampaikan langsung ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat yang penghasilannya pas-pasan," ungkap Berta. [adv]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi