"Sejak lama memang sudah kita upayakan, bagaimana barang-barang peninggalan sejarah yang masih berada di luar wilayah kita, bisa kita bawa kembali kesini," kata Rasid kepada Korankaltim.com, Jumat (2/10/2020)
Rasid menyebut, salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar, khususnya Kota Tenggarong, ialah dengan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Tenggarong. Menghadirkan kembali seluruh barang peninggalan sejarah yang asli ke Museum Mulawarman, dianggap mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Museum, hingga menjelajahi Kota Tenggarong.
"Barang-barang itu kita upayakan bawa ke sini (Tenggarong), supaya ini menjadi daya tarik orang untuk datang ke Kutai Kartanegara, untuk datang ke Kota Tenggarong yang menampilkan bukti-bukti sejarah yang ada di sini," tegasnya.
Tapi, Rasid sadar hal ini tidaklah mudah. Lantaran, ada beberapa proses yang harus dilalui. "Barang-barang ini kan sebagian besar berada di Museum Nasional. Tentunya ada mekanisme yang memang harus diurus, bagaimana agar itu dimungkinkan untuk bisa kembali ke Kutai Kartanegara," pungkas Rasid.[ADV]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi