“Dalam waktu dekat, kami akan lakukan sidak. Kami desak perusahaan sekitar agar turut berkontribusi membantu perbaikan jembatan,”kata Wakil Ketua I DPRD Kukar, H Alif Turiadi kepada KoranKaltim.com, Kamis (1/10/2020).
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kukar, M Andi Faisal mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) menggunakan dana tanggap darurat untuk melakukan penanganan dengan cepat, karena jembatan tersebut untuk kepentingan orang banyak.
Senada dengan Alif Turiadi, Politisi Golkar ini pun mendesak pemerintah daerah berkomunikasi dengan pelaku usaha di sekitar lokasi jembatan untuk turut berkontribusi dalam upaya perbaikan jembatan secata bersama-sama, sehingga bisa membantu melakukan penanganan darurat.
“Minimal ada uluran tanganlah dari mereka (perusahaan sekitar), yang penting bisa berfungsi dulu, yang terpenting pemerintah daerah harus sigap,” ujar Ical sapaan akrabnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kukar, Betharia Magdalena menegaskan, sejak pertama kali ambruk hingga ambruk lagi untuk yang kedua kali, ia menilai pemerintah daerah kurang maksimal menangani. Menurut Magdalena, semestinya pemerintah daerah mengantisipasi kemungkinan ambruknya kembali konstruksi jembatan, dengan bangunan yang lebih permanen. "Kemarin harusnya segera dibuat jembatan beton yang sesuai standar dan kokoh," tegasnya.[ADV]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi