"Ya kami tadi mengundang khusus kawan-kawan dari buruh pasir ini. Tentunya kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan ini pada saat perayaan HUT Kemerdekaan RI kemarin. Dengan keterbatasan yang mereka miliki mereka tetap hikmat melaksanakan upacara penghormatan bendera merah putih di kawasan tempat mereka bekerja," kata Alif kepada Korankaltim.com, Rabu malam (19/8/2020).
Alif berharap sikap nasionalisme dan patriotisme yang ditunjukkan buruh pasir ini, bisa dicontoh oleh kelompok masyarakat lainnya. Untuk diketahui, dengan serba keterbatasan, buruh pasir desa Teluk Dalam pada saat 17 Agustus 2020 melaksanakan upacara pengibaran bendera. Tiang bendera yang digunakan ialah dari sepotong kayu kecil yang ditancapkan di tanah di kawasan penumpukan pasir Desa Teluk Dalam. Buruh pasir mengenakan pakaian sederhana yang biasa mereka gunakan dalam bekerja sehari-hari, nyatanya penampilan ini tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap khidmat dan meresapi secara mendalam pentingnya mengibarkan dan menghormati bendera merah putih di momen bersejarah setiap 17 Agustus.
"Siapapun kita dan apapun profesi kita, baik dengan segala keterbatasan, kawan-kawan buruh pasir ini mengajarkan kita arti sesungguhnya rasa nasionalisme yang tinggi. Bukti cinta kita kepada negara kesatuan republik Indonesia. Semoga apa yang dilakukan kawan-kawan buruh pasir ini bisa dicontoh oleh masyarakat Kukar lainnya," harap Alif.(adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdianto