Alif mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan jalan ini, dan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban Dinas Pekerjaan Umum karena dinilai lalai dalam melakukan fungsinya.
“Nama kontraktornya kami belum tahu, yang pasti kualitas jalannya sangat jauh dari yang diharapkan, tentu kami kecewa, dan pada saat Sidak kemarin ada warga yang ikut dan mengaku sangat kecewa juga dan memohon kepada kami agar bisa dibantu untuk penyambung lidah kepada pihak yang mengerjakan ini, supaya bisa dipertanggung jawabkan,” ucapnya.
Dari hasil pantauannya, kondisi jalan sangat parah, yakni terdapat retakan pada badan jalan dan mengalami sedikit longsor. “Saya dengar pekerjaan untuk paket ini senilai 9 miliar, tapi pekerjaannya seperti paket PL (Penunjukan Langsung), yang paket penunjukan langsung yang nilainya seratus jutaan saja, sangat parah ini kualitasnya asal-asalan,” terangnya.
Sementara itu Siswo Cahyono menambahkan, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum harus bertanggung jawab penuh untuk memberi penegasan kepada pihak kontraktor. Terlebih lagi informasinya untuk pekerjaan jalan bertekstur semenisasi ini sudah rampung pembayarannya.“Pembayarannya justru sudah. Sepakat saya dengan Pak Alif, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum lalai, kok tidak mengawasi pekerjaan itu, karena kan ada konsultan perencana, konsultan pengawas dan ada PPTK dan kelengkapan pejabat teknis lainnya. Harusnya jangan ada lagi di Kukar ini pekerjaan yang asal-asalan seperti ini,” tegas Siswo. (adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Desman Minang