RDP dipimpin langsung Ketua Komisi III M Andi Faisal didampingi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Ahmad Yani dan Anggota Komisi III Fachruddin. Kali ini membahas tentang pengelolaan Kas Daerah (Kasda) Pemkab Kukar yang dikelola Bankaltimtara. Andi Faisal sangat menyayangkan perwakilan Bankaltimtara justru mangkir dari RDP yang sebelumnya sempat ditunda satu jam untuk menunggu konfirmasi kehadiran Bankaltimtara.
“Alhamdulillah rapat pada hari ini semua OPD terkait menyepakati bahwasanya Pemda Kukar akan membagi Kasda di beberapa bank, karena azas manfaatnya terutama supaya Bankaltimtara ini lebih aktif kembali karena adanya kompetisi perbankan di sini. Bagaimanapun juga kalau mau sehat ya harus ada kompetisi,” kata Isal sapaan akrabnya kepada korankaltim.com, Selasa (23/6/2020).
Selain untuk memberikan stimulus kompetisi perbankan yang sehat, usulan ini bersumber dari banyaknya keluhan dari pihak aparat desa dan beberapa perangkat daerah serta stakeholder terkait yang menilai bahwa Bankaltimtara ini lambat dalam pelayanan, khususnya kepada masyarakat menengah ke bawah dan jaringannya tidak langsung menyentuh hingga ke tingkatan bawah dan daerah pelosok.
“Kami ini menjembatani dari persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat dan stakeholder, Bank daerah yang kita miliki ini tentunya jangan sampai bikin malu lah, terus permasalahan BPD ini sudah lama sebenarnya, cuma baru ini kita inisiasikan. Makanya kalau pun memang Pak Bupati tidak ingin merubah Perbup, maka dalam waktu dekat kita akan naikkan usulkan menjadi Perda terkait Perbup 37 tahun 2012 itu,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini pun tidak segan menyebutkan bahwa Bankaltimtara hanyalah berfungsi sebagai perbankan simpan pinjam yang fungsi tak jauh beda dengan Koperasi Simpan Pinjam.
“Maaf saja kalau kami lihat selama ini ya sama saja seperti Koperasi, ya intinya usulan pengelolaan Kasda tidak hanya dikelola satu bank ini untuk menciptakan kompetisi perbankan yang sehat lah dan juga untuk mempermudah OPD terkait dan stakeholder yang selama ini mengeluhkan banyaknya kendala transaksional perbankan dikarenakan hanya terpusat satu bank saja,” tegasnya.
DPRD dengan usulan ini tentu membuka ruang untuk semua perbankan apa pun itu agar turut bersaing agar bisa dipercaya menjadi pengelola Kasda Pemkab Kukar ke depannya bersama Bankaltimtara.
“Intinya nanti semua bank bisa, asal berkompetisi saja yang pasti jelas jangan seperti BPD, harus aktif pengelolaan kepada UMKM hingga edukasi peningkatan ekonomi sampai masyarakat yang paling bawah, apalagi ini pandemi, kemudian nantinya normal baru dan pemulihan pemulihan ekonomi ini kan perbankan harus bersatu, kita harapannya peran serta dari perbankan hadir disini,” pungkas Ical.(adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M. Huldi