“Reses ini menjadi ruang yang sangat penting bagi kami untuk mendengar langsung persoalan yang dirasakan masyarakat. Tidak setiap saat kami bisa bertemu dan berdialog secara terbuka seperti ini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Supa’ad menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan sebagai narasumber. Langkah tersebut sejalan dengan posisinya di Komisi IV DPRD Kaltara yang salah satu bidangnya membidangi urusan kesehatan.
Menurut dia, berbagai persoalan terkait layanan kesehatan, mulai dari kepesertaan hingga prosedur pelayanan, perlu dijelaskan secara langsung agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
“Karena saya berada di Komisi IV yang salah satunya membidangi kesehatan, maka penting menghadirkan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar masyarakat bisa mendapatkan jawaban yang jelas dan komprehensif,” kata Supa’ad.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Tarakan, Gerakan Doa Wanita Kristen, Biro Perempuan DPD Bamagnas Tarakan, serta sejumlah pendukung.
Sebagai penutup, ditampilkan pertunjukan barongsai dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek. Penampilan itu menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai toleransi serta keberagaman di Kota Tarakan, khususnya bagi masyarakat Tionghoa yang tengah merayakan.
Supa’ad berharap, melalui kegiatan reses tersebut, aspirasi yang dihimpun dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal setiap masukan masyarakat agar bisa diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD. Semoga komunikasi seperti ini terus terjaga demi pelayanan yang lebih baik bagi warga Tarakan,” tuturnya. (Adv)
Editor: Erwin