“Alhamdulillah, bulan suci Ramadan ini kita bisa bersilaturahmi dalam suasana kebersamaan. Momentum ini bukan hanya buka puasa bersama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, salah satu aspirasi yang mengemuka adalah persoalan peningkatan volume sampah di wilayah padat penduduk di Nunukan. Warga menilai, penumpukan sampah yang kerap terlihat di pinggir jalan maupun kawasan permukiman perlu segera ditangani secara serius.
Menanggapi hal tersebut, Ladullah mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan untuk membahas solusi pengelolaan sampah.
Menurut dia, salah satu gagasan yang tengah didorong adalah pengolahan sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan sebagai penahan ombak guna mengurangi abrasi di kawasan pesisir.
Selain itu, ia juga berharap adanya penambahan armada mobil pengangkut sampah agar penanganan sampah di Nunukan dapat berjalan lebih optimal.
Adapun, pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dapat dilakukan hingga tuntas, terutama pada malam hari, sehingga pada siang hari kondisi lingkungan sudah bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Semoga setiap ikhtiar dan kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” kata dia. (Adv)
Editor: Erwin