Dalam sambutannya, Eddy menyampaikan apresiasi atas kehadiran Nasir yang dinilai sebagai anggota DPRD Provinsi pertama yang melakukan reses di desa tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus harapan besar bagi masyarakat Mansalong,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi, terutama kelangkaan pupuk yang berdampak pada produktivitas pertanian serta kondisi jalan usaha tani yang membutuhkan perbaikan.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan beasiswa pendidikan bagi anak-anak desa dan berharap adanya peluang kembali untuk menjadi tenaga honorer.
Menurut Kepala Desa, keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten membuat setiap desa hanya dapat mengusulkan tiga program prioritas. Karena itu, aspirasi lain diharapkan dapat diperjuangkan melalui kewenangan provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Nasir menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan.
“Apa yang disampaikan masyarakat hari ini adalah kebutuhan nyata. Soal pupuk dan jalan tani ini menyangkut keberlangsungan ekonomi warga. Insyaallah akan saya kawal sesuai kewenangan yang ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk usulan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan serta membangun komunikasi lintas lembaga agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara bersama.
Reses di Mansalong tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap langsung suara masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan, sekaligus memastikan fungsi representasi DPRD berjalan secara nyata di tengah masyarakat. (adv)
Editor: Erwin