Ia menilai program listrik masuk desa dan pemasangan sambungan baru yang dijalankan pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir, cukup berdampak terhadap peningkatan rasio jangkauan listrik, khususnya di wilayah yang sebelumnya belum teraliri.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero), serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan pembiayaan dari APBN dan APBD.
Sepanjang 2025, sebanyak 1.878 rumah tangga prasejahtera di Kalimantan Utara telah memperoleh sambungan listrik baru. Kabupaten Malinau menjadi penerima terbanyak dengan 570 rumah. Selain itu, bantuan dari APBN menjangkau 454 rumah di Bulungan, 344 rumah di Nunukan, dan 148 rumah di Tarakan.
Sementara melalui dukungan APBD Kalimantan Utara, pemasangan listrik direalisasikan bagi 271 rumah yang tersebar di lima kabupaten/kota, terdiri atas 62 rumah di Bulungan, 73 rumah di Nunukan, 63 rumah di Tana Tidung, serta 73 rumah di Tarakan.
“Harapan kami, tidak ada lagi desa yang gelap. Semua wilayah harus bisa menikmati listrik demi pemerataan pembangunan,” kata Hendri Tuwi.(adv)
Editor: Erwin