Dalam sambutannya, Mulyana mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut. Ia menyebut, baru kali ini anggota DPRD provinsi datang langsung ke Desa Makmur untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Selama ini belum pernah ada anggota DPRD provinsi yang datang langsung ke desa kami untuk mendengar keluhan warga,” ujarnya.
Dialog berlangsung terbuka dan penuh antusiasme. Warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan jembatan dan jalan usaha tani yang menjadi akses utama distribusi hasil pertanian, hingga usulan pendirian sekolah menengah atas (SMA) di Tulin Onsoi.
Saat ini, kecamatan tersebut hanya memiliki satu SMK dan belum memiliki SMA, sehingga banyak pelajar harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Selain itu, warga juga mengusulkan bantuan untuk rumah ibadah, mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji, kelangkaan pupuk, serta meminta adanya program cetak sawah guna mendukung ketahanan pangan. Petani sawit juga berharap informasi harga tandan buah segar (TBS) dapat disampaikan secara rutin agar mereka memiliki kepastian harga.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Nasir menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian dan diperjuangkan sesuai kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan.
“Aspirasi ini adalah amanah. Yang menjadi kewenangan provinsi akan saya kawal melalui pembahasan program dan anggaran di DPRD. Sedangkan yang menjadi kewenangan kabupaten, saya akan berkoordinasi dengan Bupati Nunukan dan rekan-rekan DPRD kabupaten agar bisa diperjuangkan bersama,” kata Nasir.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi perekonomian, ia menilai persoalan pupuk, harga TBS, cetak sawah, serta infrastruktur desa berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau jalan usaha tani baik, pupuk tersedia, harga TBS transparan, dan ada SMA di sini, maka perputaran ekonomi akan meningkat dan anak-anak tidak perlu jauh keluar daerah untuk sekolah. Pembangunan harus menjangkau desa, termasuk wilayah perbatasan,” ujarnya.
Kegiatan reses ditutup dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan berlanjut menjadi kebijakan nyata demi kemajuan Desa Makmur dan Kecamatan Tulin Onsoi. (adv)
Editor: Erwin