Menurut Vamelia, skrining kesehatan menjadi salah satu instrumen penting untuk mendeteksi kasus HIV/AIDS secara dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan medis juga perlu menjadi perhatian agar penderita memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
“Upaya pencegahan tidak bisa dilepaskan dari penguatan skrining kesehatan dan pelayanan medis yang mudah diakses masyarakat,” ujar Vamelia, awal pekan ini.
Ia juga menekankan perlunya penguatan peran sekolah dan fasilitas kesehatan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan. Sekolah, kata dia, memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman sejak dini, sementara fasilitas kesehatan berfungsi sebagai pusat layanan dan edukasi.
Vamelia menilai, penanganan HIV/AIDS harus dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, maupun unsur masyarakat lainnya.
“Upaya penanganan harus berjalan secara terkoordinasi dan dilandasi payung hukum yang jelas, agar setiap pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang terukur,” katanya. (adv)