Menurut Agus Salim, langkah pengawasan harus ditingkatkan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga serta kelangkaan barang yang kerap terjadi menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan suci.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi di seluruh mata rantai distribusi, mulai dari produsen hingga distributor. Upaya itu dinilai penting untuk menjamin kelancaran pasokan barang hingga ke tingkat pedagang eceran.
“Pemerintah harus benar-benar hadir untuk memastikan ketersediaan aman dan harga normal,” ujar Agus Salim (9/2).
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kaltara tersebut, menilai pengawasan dan pengecekan memang telah rutin dilakukan instansi terkait. Namun, intensitas pengawasan perlu ditingkatkan karena Ramadan secara historis selalu diikuti peningkatan permintaan kebutuhan pokok.
Berdasarkan pemantauan lapangan dan informasi yang diterima, Agus Salim menyebut kondisi harga bahan pokok di Kalimantan Utara masih relatif stabil. Ketersediaan stok juga dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kalimantan Utara memang belum ada kabar lonjakan harga. Harga juga relatif stabil, termasuk sayur mayur, cabai, gula, semuanya. Ketersediaan stok juga masih mencukupi, tidak ada kelangkaan,” katanya.
Meski demikian, Agus Salim mengingatkan pemerintah daerah agar tidak lengah. Ia menegaskan, pengendalian harga dan pengamanan stok harus terus dilakukan hingga mendekati Ramadan.
“Ini masih ada sekitar setengah bulan lagi menuju Ramadan. Jangan sampai menjelang masuknya Ramadan nanti ada kenaikan harga yang drastis. Itu yang harus benar-benar diantisipasi,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin