Menurut Aluh, objektivitas merupakan prinsip utama dalam kerja jurnalistik yang harus terus dijaga. Pemberitaan yang disusun berdasarkan fakta dan data yang akurat dinilai mampu membangun kepercayaan publik, sekaligus mendorong pengawalan pembangunan daerah yang tepat sasaran.
“Pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, saya mendukung agar insan pers selalu bekerja secara objektif dan profesional,” ujar Aluh (9/2).
Ia menambahkan, berita yang objektif dan berimbang akan memperkuat kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mengawal jalannya pembangunan di daerah. Dengan informasi yang akurat, kebijakan publik dapat dipahami dan diawasi secara terbuka.
“Melalui pemberitaan yang objektif, pers ikut memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Aluh.
Selain itu, Aluh juga menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan dalam menjamin keamanan dan keselamatan insan pers saat menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa kebebasan pers merupakan hak yang dijamin dan dilindungi oleh undang-undang.
“Kebebasan pers adalah bagian dari demokrasi. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan jurnalis dapat bekerja dengan aman,” ucapnya.
Dalam momentum Hari Pers Nasional tahun ini, Aluh turut mengajak seluruh pihak untuk mendukung implementasi tema HPN, yakni Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.
“Dengan dunia pers yang sehat, independen, dan berintegritas, tentu akan memberi kontribusi dalam memperkuat demokrasi dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin