"Artinya setelah refocusing, ya Rp350 miliar tercapai untuk anggaran perubahan 2020. Kalau di APBD 2021 targetnya Rp656 miliar. Turun sekitar Rp60 miliar karena banyak sektor usaha macet," kata Abdulloh, Kamis (13/8/2020).
Dia ingin sektor usaha dan jasa kembali beroperasi tetapi dengan menegakan Perwali Protokol Kesehatan ketika telah diterbitkan. Tujuannya agar turut mendongkrak kembali PAD.
"Kalau sektor usaha dihentikan, ya Balikpapan bisa tambah miskin. Buka semua sektor usaha, karena kan turut menyerap ratusan mungkin ribuan pekerja," ujarnya.
Abdulloh kurang sepakat apabila ada kebijakan merumahkan 50 persen karyawan swasta kendati dalihnya adalah Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah. Pasalnya, yang merasakan imbas adalah pekerja dan masyarakat.
"Kalau sampai sektor usaha dihentikan, berapa lagi pekerja yang dirumahkan dan jadi pengangguran karena putus hubungan kerja. Mereka mau makan apa," sebutnya.
Terlebih, saat ini, dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Semua sektor usaha baik mikro maupun makro harus tetap bergerak dan sebisa mungkin tanpa merumahkan pekerja.(adv)
Penulis: Hendra
Editor: M.Huldi