"Saya dipercaya kawan-kawan fraksi dan seluruh anggota dewan untuk menjabat Ketua Komisi II," kata H Haris usai mengikuti rapat paripurna internal, Senin (3/8/2020).
Dirinya siap melanjutkan program yang sudah berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Komisi II. Diantaranya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski dalam kondisi Covid-19.
"Supaya ekonomi membaik, maka kami mendorong penerapan pajak online. Tempat-tempat hiburan akan dipasang tapping box supaya tidak ada lagi pajak yang tertunggak," lanjutnya.
Terlebih hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) diketahui PAD baru tercapai Rp183 miliar hingga Juli 2020. Sedangkan targetnya Rp350 miliar hingga akhir tahun walau dalam kondisi Covid-19.
Sementara Riri Saswita Diano yang kini menjadi anggota Komisi II menyebut alasan pengunduran dari jabatan ketua karena dalam keadaan sakit yang mengharuskan dirinya rutin berobat.
"Saya harus ke rumah sakit paling tidak 2 minggu sekali. Saya tidak mau pekerjaan di Komisi II terganggu. Tak mau jabatan hanya sekadar kebanggaan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa," jelas Riri Saswita Diano.
Dirinya percaya dan berharap program serta agenda kerja Komisi II dapat berjalan dibawah kepemimpinan Haris yang merupakan rekan satu partai."Karena sudah dapat fokus," ucapnya.
Sedangkan Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh menerangkan pergantian struktur AKD itu telah sesuai regulasi yang berlaku. Mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2015, PP 12 Tahun 2019 hingga Tata Tertib DPRD.
"Pertukaran saja dan proses penggantian harus melalui rapat paripurna. Jadi, Riri tetap di Komisi II tapi sebagai anggota. Sudah sah menurut aturan dan undang-undang," jelasnya usai memimpin rapat paripurna. (Adv)
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang