"Ada kerinduan karena pengin masuk sekolah, ada yang kesulitan dengan metode belajar daring karena keterbatasan perangkat dan kuota internet," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, Selasa (28/7/2020).
Selain itu ada juga orangtua yang tak mampu mendampingi anaknya untuk belajar dari rumah secara daring. "Saya sendiri merasakan. Ternyata tidak mudah belajar dengan metode seperti ini," ungkapnya.
Kendati ada pula sekolah yang mampu menjalankan dengan baik sistem belajar di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Walau banyak sekolah yang masih proses menuju perbaikan.
"Misalkan ketika siswa belajar daring. Ternyata kamera dan mik ponsel dinonaktifkan. Jadi terkesan satu arah. Guru menyampaikan tapi siswanya ada yang tidur-tiduran, ada yang sambil main media sosial," ujarnya.
Metode belajar dari rumah harus dievaluasi dan dilakukan perbaikan terus menerus. Sekaligus masukkan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar pola itu dilakukan secara benar.
"Wajah siswa mesti terlihat selama pembelajaran berlangsung. Tak hanya ketika absen saja," sebutnya.
Evaluasi itu pun mesti disampaikan kepada orangtua peserta didik agar mengetahui target dari mata pelajaran benar-benar tersampaikan. Meski kehadiran seorang guru sangat dibutuhkan.
"Orangtua akhirnya merasakan bagaimana menjadi tenaga pendidik. Maka guru harus diberi apresiasi yang luar biasa," ucapnya. (Adv)
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang