Kata dia, laporan masyarakat akan mendapat respons cepat dari tim 112 yang berafiliasi dengan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang cepat tanggap menindaklanjuti laporan tersebut.
“Beragam (laporan). Ada binatang buas kebakaran dan lainnya,” jelas Taufik dihubungi media ini, Rabu (16/11), kemarin.
Ia pun menjelaskan, dengan adanya Call Center 112, semua pelayanan terkait kedaruratan dapat terintegrasi dalam satu sistem panggilan.
Misalnya, terjadi kebakaran dalam satu lokasi, masyarakat tidak perlu lagi menghubu-ngi pihak pemadam kebakaran dan kepolisian. “Cukup menghubungi Call Center 112, operator akan menghubungkan ke semua Organisasi Perangkat Daerah yang terkait,” katanya.
Dalam keterangannya, ia memaparkan ada 13 instansi pemerintah yang terintegrasi langsung dalam sistem panggilan 112 ini.
Di antaranya seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, PLN, Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), TNI/POLRI dan lain-lain.
Ia juga menambahkan, laya-nan tersebut bebas pulsa dan terbuka selama 24 jam. Dia juga berharap dengan program tersebut dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat perihal layanan kedaruratan yang bersifat cepat, tepat, dan responsif bagi masyarakat. Dengan demikian, seluruh layanan peme-rintah benar-benar menyentuh masyarakat secara luas.
Untuk tahun depan pihaknya juga kembali menggiatkan sosialisasi terkait pelayanan Call Center 112. Ia ingin mengingatkan masyarakat kemudahan menggunakan 112. Tak hanya laporan kedaruratan yang akan ditangani cepat, juga laporan dengan menggunakan seluler dikenakan bebas biaya.
“Masyarakat antusias karena mereka hanya perlu mengingat satu nomor itu. Harapannya semua kedaruratan bisa kita tampung di 112 dan ditindaklanjuti,” katanya.
Selain itu, ia juga akan mela-kukan penambahan layanan yang bisa membuat masyarakat lebih mudah menjangkau-nya. Taufik menyebut saat ini pihaknya tengah menggodok pelayanan Bontang Siaga 112 menjadi aplikasi agar lebih mudah digunakan masyarakat.
“Tahun depan semoga sudah bisa diluncurkan,” jelasnya.
Meski demikian, pelayanan Call Center 112 ini masih kerap mendapatkan laporan yang tidak bertanggungjawab dari orang-orang yang iseng. Mereka kerap menerima panggilan yang tak ada suara, atau bahkan suara anak kecil.
“Untuk hal seperti itu, kami terima. Tapi kalau sudah berulang kali kamu blokir,” jelasnya. (*/kk)