Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit |(P2P) Dinkes Bontang Asniwati menjelaskan, dari 15 kelurahan sebenarnya hampir semua memiliki kasus DBD, namun saat ini kasus tertinggi di Kelurahan Tanjung Laut (TL) yakni 9 Kasus.
Untuk Kelurahan Bontang Lestari, Guntung, dan Bontang Kuala nol kasus. Sedangkan Api-api satu kasus, Kanaan dua kasus, Gunung Elai dan Gunung Telihan tiga kasus, Satimpo dan Belimbing empat kasus, Bontang Baru dan Berbas Pantai lima kasus, Tanjung Laut Indah tujuh kasus, Berbas Tengah dan Loktuan sama-sama memiliki delapan kasus.
“Itu data Januari-Februari 2022. Kasus saat ini bukanlah kasus yang perlu dikhawatirkan, hanya saja jangan sampai terabaikan karena adanya Covid-19,” kata Asniwati.
Dinkes juga mengkonfirmasi diantara 59 kasus itu ada satu orang yang meninggal dunia, warga Tanjung Laut. “Meninggalnya Jumat lalu, pasien pulang paksa dari rumah sakit,” sebutnya.
Dinkes terus melakukan upaya dan penanganan melalui Puskesmas setempat serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat supaya bisa lebih aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bukan fogging.
Masyarakat diminta waspada dan menaruh perhatian lebih kepada kasus ini. Setiap rumah harus mulai menerapkan 3M, menguras dan membersihkan tempat penampungan yang bisa membuat jentik nyamuk berkembang, menutup wadah atau tempat penampungan tersebut dan mengubur atau memanfaatkan kembali limbah yang bisa membuat jentik nyamuk berkembang.
“Foging itu hanya membasmi nyamuk dewasa tapi tidak membunuh jentiknya. Sedangkan yang harus dibasmi adalah jentiknya,” pungkas Asniwati.
Penulis: */Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur