Rinciannya 13.289 untuk murid SD, dan 6.779 siswa SMP. Diketahui, tiap satuan pendidikan wajib menyetorkan rekapan calon penerima ke Disdikbud. Tujuannya ialah agar angka itu dikalkulasikan sehubungan besaran anggaran yang digelontorkan untuk bantuan paket kuota internet. Kendala selama ini dari satuan pendidikan ialah pelajar tidak masuk sekolah. Akan tetapi, Disdikbud dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan kepala sekolah bersangkutan. “belasan sekolah yang belum menyetorkan,” ungkapnya.
Berkenaan dengan pengisian paket, nantinya dilaksanakan oleh sekolah. Bukan provider yang diajak kerja sama secara langsung. Ia menegaskan, sebelum pendistribusian bantuan, pihak provider akan menggelar pelatihan. Durasinya bakal ditentukan langsung oleh provider. “Supaya mereka mengetahui cara pengisiannya. Sasarannya ialah tiap operator sekolah,” tuturnya.
Isi paket nantinya berjumlah 8 Gigabyte (Gb), dengan harga paket kuota yakni Rp21 ribu per pelajar. Volume itu digunakan dengan durasi satu bulan. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Di masa pandemi Covid-19 ini, skema pembelajaran itu dipilih untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Pemkot Bontang memprogramkan tiga macam skema PJJ. Selain pemberian paket kuota internet, terdapat pembelajaran melalui siaran televisi lokal dan pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS). Diketahui, pembelajaran via siaran televisi lokal telah dimulai sejak awal Agustus silam. Sementara pendistribusian LKS bakal dilakukan awal September. (*)
Penulis: */Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltim.com hari Senin 17 Agustus 2020 dengan judul Pemkot Bontang Bantu Kuota Internet