Beberapa anak-anak yang berada di lantai 2 dan 1 langsung dievakuasi ke luar gedung, sebagian lagi menggunakan tangga darurat namun ternyata tangga pun terbakar, sehingga ada anak-anak beserta guru yang sengaja dievakuasi menggunakan tali dari lantai 4. Dari kejadian tersebut, dua orang guru menjadi korban, namun masih selamat. Mereka hanya patah tulang dan satu orang lagi shock.
Kejadian di atas bukanlah yang sebenarnya. Semuanya hanya simulasi tanggap bencana tim BPBD Bontang, yang bekerjsama dengan SDIT Cahaya Fikri. Simulasi tersebut berjalan lancar dan aman. Semua peserta yang terlibat mulai dari pelajar kelas 4, 5 dan 6 tampak bersemangat mengikuti semua penyuluhan yang diberikan oleh tim BPBD. Bahkan anak-anak pun terlihat antusia saat diminta sebagai relawan untuk aksi terjun dari lantai 4, menggunakan tali.
“Kami juga memberikan penyuluhan pemasangan pengenalan tenda pengungsi, pengenalan peralatan reacue ketinggian (HAR), pertolongan pertama, serta pengenalan jalur evakuasi, kepada anak-anak juga guru. Dan pemateri semuanya dari kami yakni dari tim water rescue, tim HAR, dan tim high angle,” jelas Kasi BPBD Bontang, Irwan, yang dibenarkan Kordinator tim Mukri dan kordinator HAR Mirsal.
Salah satu guru SDIT Cahaya Fikri, Ustazah Risa, mengungkapkan rasa syukurnya lantaran kegiatan berjalan lancar. Wali Kelas 4 Bilal bin Rabah ini menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dalam kondisi darurat.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, dan kami lakukan kegiatan ini untuk memberi pelajaran kepada anak-anak juga guru di sekolah, bagaimana mensikapi apabila ada bencana seperti kebakaran, karena gedung sekolah ini ada 4 lantai,” katanya. (cil)