Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi, datang langsung mengunjungi rumah keluarga korban di Jalan Brigjen Katamso 4 RT/RW 30/6 nomor 233, Balongpoh, Waru, Sidoarjo. Kepada keluarga, dia berjanji akan membantu mengusut kejadian yang membuat Micko meninggal dunia.
“Saat berkunjung tadi sore, Pak Kapolres ngomong bahwa akan menbantu kami mengusut penyebab kejadian ini serta akan menindak pelaku penyerangan itu. Saya sendiri belum tahu penyebab sebenarnya, “ ujar Mariana, ibu Micko.
Saat ini, jenazah Micko yang masih berusia 17 tahun, dalam perjalanan dari RSUD dr Moewardi menuju rumah duka. Micko tercatat masih duduk di bangku kelas 2 SMK Dharma Siswa, Sidoarjo, mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
“Anaknya pendiam dan tak banyak omong, serta jarang keluar rumah. Tapi dari kecil dia sudah suka dengan Persebaya, jadi Persebaya main di mana pun, dia berangkat. Hanya Bandung saja yang tidak,” cerita Mariana.
Dalam kejadian ini, dikabarkan ada 11 korban dari Bonek yang dirawat di RSUD dr Moewardi. Selain satu orang meninggal dunia, satu lagi dikabarkan dalam kondisi kritis. Sedangkan lainnya sudah diperbolehkan pulang. (vnc)