Pelaksanaan tahun ini terbagi dalam dua kategori, yaitu kategori Perguruan Tinggi yang diikuti empat institusi antara lain Universitas Muhammadiyah Berau (UMB), Sekolah Tinggi Pertanian (STPER) Berau, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Teknologi Muhammadiyah (STIET) Tanjung Redeb, serta Politeknik Sinar Mas.
Kemudian kategori kelurahan yang diikuti sepuluh peserta, yakni Tanjung Redeb, Gayam, Bugis, Karang Ambun, Gunung Panjang, Bedungun, Teluk Bayur, Rinding, Gunung Tabur dan Sambaliung.
Sekretaris DPPKBP3A Berau Halijah Yasin menjelaskan, pelaksanaan Berau PUG Award 2025 dilakukan melalui beberapa tahapan. Rangkaian dimulai dari rapat dewan juri dan penyusunan petunjuk teknis pada 28 Agustus lalu, kemudian dilanjutkan sosialisasi dan technical meeting bagi perguruan tinggi pada 3 September dan bagi kelurahan pada 16 September bulan lalu. Setelah itu dilakukan monitoring dan evaluasi awal bulan ini serta verifikasi lapangan pada 14 hingga 16 Oktober lalu.
Setelah proses verifikasi, dewan juri menggelar rapat penetapan pemenang dan pengumuman hasil pada 16 Oktober kemarin yang dihadiri sekitar 80 peserta dari unsur perangkat daerah, lembaga pendidikan dan perwakilan kelurahan.
Diakui Yasin, beberapa peserta belum sepenuhnya memahami prinsip dan indikator pelaksanaan PUG, serta keterbatasan data terpilah berdasarkan jenis kelamin. Meski begitu tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan upaya bersama untuk mengukur capaian pelaksanaan PUG di tingkat pendidikan dan pemerintahan lokal.
“Melalui PUG Award, kami ingin memberikan apresiasi kepada pihak yang menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung kesetaraan gender sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi lembaga lain,” kata Yasin kepada Korankaltim.com Jumat (17/10/2025).
Sementara Asisten I Setkab Berau M Hendratno memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya PUG Award menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender.
“PUG bukan hanya urusan perempuan, tetapi tentang bagaimana kita menciptakan kebijakan dan program yang adil untuk semua,” ujar Hendratno.
Diharapkan dari kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sebagai bentuk evaluasi dan penghargaan terhadap capaian implementasi PUG di Berau. Melalui ajang ini, Pemkab Berau berharap muncul berbagai inovasi dan inisiatif baru dari kalangan akademisi maupun aparatur pemerintahan tingkat kelurahan dalam memperkuat strategi PUG di berbagai sektor pembangunan. “Saya ingin sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat. Kami wujudkan Berau yang lebih responsif gender, berdaya saing dan berkeadilan bagi seluruh warganya,” sebut Hendratno.
Editor: Aspian Nur