Pertama, dengan menggunakan jalur darat, Gubernur Harum dan wakil rakyat bisa melihat langsung kondisi jalan yang dilintasi. Terutama jalur Sangatta – Bengalon yang di sejumlah titik mengalami longsor. Kondisi jalan hampir putus dan hanya menyisakan satu lajur, sehingga harus bergantian saat melintas berlawanan arah.
Kondisi jalan ini menurut Gubernur Harum hanya tinggal menunggu putusnya saja dan akan menjadi masalah besar. Oleh sebab itu, dirinya meminta pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan PT KPC untuk segera melakukan perbaikan. Jangan sampai jalan putus, karena itu merupakan satu-satunya akses Sangatta-Bengalon. Jalur angkutan dan logistik pasti akan sangat terganggu, jika sampai jalur itu terputus.
Kondisi jalan rusak parah juga ada di sekitar jalur dari Muara Wahau (Kutai Timur) menuju Tanjung Redeb (Berau). Jalur ini menurut Gubernur Harum juga memerlukan penanganan serius agar arus transportasi menjadi lebih baik.
Keuntungan kedua dengan menggunakan jalur darat meski sangat melelahkan, Gubernur Harum dan rombongan bisa mengunjungi sejumlah lokasi perusahaan. Antara lain PT Indominco Mandiri (IMM), PT Energi Unggul Persada (EUP) dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kutai Timur.
Gubernur Harum juga sempat mengunjungi lokasi perkebunan sawit PT Sinarmas Grup di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur.
Secara umum, Gubernur Harum memberi penekanan agar tanggung jawab sosial perusahaan melalui CSR lebih bermanfaat dan koordinatif dengan Pemprov Kaltim agar lebih tepat sasaran.
Gubernur juga sangat mendukung langkah-langkah perusahaan melalui tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), salah satunya pemanfaatan void tambang sebagai sumber air baku dan air bersih bagi masyarakat, seperti dilakukan di PT Indominco Mandiri, PT KPC dan Berau Coal. Termasuk dukungan Perusahaan-perusahaan itu terhadap upaya membangun ketahanan pangan, pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya.
“Saya ingin memastikan perusahaan-perusahaan itu growth, tumbuh bersama masyarakat. Prioritaskan tenaga kerja lokal dan masyarakat setempat,” tegas Gubernur.
Gubernur Harum juga menyempatkan waktu mengunjungi Kampung Merabu dan menandatangani Deklarasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat. Gubernur berkomitmen untuk membantu pembangunan akses jalan dan mendorong investasi serta penyediaan jaringan telekomunikasi dan pendukung pariwisata lain seperti home stay dan guest house di Kampung Merabu. Ini dilakukan demi mempromosikan pariwisata Kampung Merabu dan komitmen bersama menjaga karst Sangkulirang Mangkalihat yang hingga saat ini masih menjadi tandon raksasa, penyimpan air bagi masyarakat dua kabupaten, Berau dan Kutai Timur. (*/sul/ky)