Ketua RT 22 Aspar menjelaskan, api mulai terlihat membesar dari rumah warga yang saat itu sedang memasak lontong menggunakan kayu bakar. Diakuinya sebagian besar warga setempat masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.
Warga yang rumahnya hangus terbakar mau tak mau mengungsi ke rumah tetangga dan familinya sambil membawa barang-barang berharga yang berhasil diselamatkan.
“Sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk tanggap bencana,” tegas Aspar.
Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Berau Masyhadi Muhdi secara terpisah mengatakan mereka menerima laporan kebakaran sekitar jam setengah sebelas malam tadi dan langsung menurunkan tujuh mobil damkar dari markas komando Tanjung Redeb, 1 unit damkar dari pos Teluk Bayur, 1 unit damkar dari pos Gunung Tabur dan 2 unit pemadam dari pengelola Bandara Kalimarau dengan total 11 unit damkar yang diturunkan ke lokasi.
Karena api cepat merambat dan kobaran api semakin besar, tim gabungan BPBD membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk mengatasinya. Lokasi kebakaran yang berada di dalam gang sempit membuat petugas kewalahan untuk memadamkan api apalagi rumah warga terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat menyebar. "Karena lokasinya di gang sempit maka petugas berupaya menyambung selang agar dapat mencapai titik api," jelasnya.
Selama proses pemadaman, masyarakat sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi turut membantu memadamkan api. "Ada warga yang sampai merebut selang sehingga kami cukup kesulitan saat proses pemadaman,” ungkap Muhdi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemadaman kebakaran ini di Kecamatan Teluk Bayur ini, baik TNI-POLRI, Basarnas, PMI dan masyarakat sekitar,” pungkas Muhdi.
Editor: Aspian Nur