Jangan Bedakan Pendidikan di Kota dan Kampung
1 menit baca473 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Kabupaten Berau Madri Pani mengingatkan Pemkab Berau untuk tidak membedakan sistem pendidikan antara perkotaan dengan di perkampungan.
Kata Madri Pani, Dinas Pendidikan perlu memanfaatkan dengan baik anggaran pendidikan 20 persen dari APBD untuk mengembangkan kualitas serta sarana dan prasarana pendidikan di Berau.
Seperti memberikan fasilitas kepada guru sebagai penunjang pendidikan dan sapras. Apalagi dengan APBD Perubahan yang mencapai Rp5,1 triliun.
“Tentu harus dikembangkan, terutama untuk pendidikan di perkampungan. Seharusnya Pemkab memberikan perhatian lebih,” kata Madri.
Walaupun sekolah saat ini sudah gratis tetapi penunjang lainya masih ada yang perlu dibayar. Sehingga pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang tidak mampu harus terus dilakukan.
Pendidikan sangat penting bagi bangsa dalam mendukung pembangunan daerah ke depannya. Pendidikan modal dasar bagi penerus bangsa dalam menjalankan, mengamati dan mengarahkan roda pemerintahan. “OPD terkait harus memberikan perhatian khusus dalam hal ini, karena tidak semua orang tua mampu membiayai anak mereka sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Berau jangan sampai ada pembedaan. Sehingga Madri, meminta agar peran OPD terkait untuk melakukan pendataan terhadap sekolah yang ada di Berau.
Selain untuk mendukung keselarasan sistem pendidikan, pendataan juga bertujuan untuk mengetahui mana yang layak mendapat bantuan dan tidak. Dan tentu untuk mencegah agar penerimaan di semua tingkatan sekolah tidak ada penolakan dengan alasan kuota penuh. “Jangan sampai kesempatan mereka untuk mengejar masa depan pendidika hilang,” katanya.
Selain itu, Madri berharap, OPD terkait bila melakukan jemput bola terhadap anak bermasalah hukum (ABH) sehingga bisa mendapatkan ijazah. “Saya tidak mau tahu soal kendala. Saya ingin semua anak-anak di Berau bisa mendapatkan kesempatan yang sama,” tutupnya. (*)










