Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, setelah melihat secara langsung situasi penyeberangan kendaraan, pihaknya akan menurunkan bantuan lima unit spedboat yakni dua unit speedboat dari BPBD Berau, satu speedboat dari Dinas Perikanan Berau, satu speedboat dari Disbudpar Berau, dan satu Landing Craft Tank (LCT) dari PT Sinar Pagi.
"Kita selalu melakukan evaluasi sambil melihat situasi di lapangan penyeberangan," ungkap Gamalis Kepada Korankaltim.com, Minggu (4/6/2023).
Sementara itu, Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah menjelaskan terkait dengan jalur alternatif penyeberangan, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Berau Coal.
Jalur alternatif ini nantinya akan menjadi solusi untuk mengurangi penumpukkan kendaraan roda empat yang ingin menyeberang dengan jalur melalui Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur ke Kelurahan Suaran, Kecamatan Sambaliung.
"Tapi ini masih tahap koordinasi sambil menunggu informasi lanjutan dari PT Berau Coal sebab itu merupakan jalur pertambangan mereka," tuturnya.
Selain itu, dirinya menjelaskan penambahan terkait dengan keadaan emergency, pihaknya bersama dinas terkait dan petugas telah berkoordinasi untuk memprioritaskan kendaraan ambulance saat ingin menyeberang.
Seperti dua unit speedboat dari BPBD Berau yang nantinya akan digunakan untuk membantu mengangkut anak-anak sekolah.
Kemudian untuk keadaan emergency Pemerintah Daerah telah menyiapkan satu unit spedboat dari Disbudpar Berau.
Kemudian untuk kendaraan operasional seperti truk pengankut BBM, sembako dan bahan bangunan dan lain sebagainya, sarana penyeberangan akan disediak oleh salah satu perusahaan LCT oleh PT Sinar Pagi yang posisinya dari dermaga Kecamatan Gunung Tabur ke Kecamatan Sambaliung. Sehingga tidak mengganggu kendaraan umum yang ingin menyeberang.
"Dan untuk waktunya, armada yang disediakan oleh Pemerintah Daerah akan standby 24 jam dan dalam keadaan emergency LCT akan tetap melayani," pungkasnya.
Editor: Rusdianto