Luapan Sungai Kelay sejak akhir pekan lalu merendam 10 kampung dengan ketinggian air bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter. Banjir menggenangi Kampung Pegat Bukur, Inaran, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk, dan Siduung Indah yang masuk dalam Kecamatan Sambaliung. Kemudian, di Kecamatan Teluk Bayur, Kampung Tumbit Melayu, sedangkan di Kelay, yakni Kampung Merasa, Long Ayap, Long Laay, dan Long Ayan.
Kepala Kampung Tumbit Melayu, Maspri mengatakan banjir kali ini memakan korban jiwa. Seorang bayi berusia 13 bulan tenggelam pada Senin (20/2/2023) pukul 11.00 Wita.
Berdasarkan pengakuan ayah korban, kata Maspri, korban diduga tercebur saat ayah korban sedang memasak dan ibu korban sedang tertidur akibat sakit. Orang tua korban baru menyadari anaknya hialgn setelah bocah malang itu tidak ditemukan di dalam rumah dan melihat pintu terbuka.
“Memang rata-rata rumah di Kampung Tumbit Melayu itu rumah panggung, jadi kemungkinan korban terjatuh ke dalam air,” tuturnya.
Ayah korban yang panik kemudian melakukan pencarian. Jasad korban ditemukan sekitar 80 meter dari rumahnya.
Menurut Maspri, orang tua korban sempat mengira jasad anaknya sebagai boneka. Setelah menyadari itu adalah bayinya, ayah korban kemudian berteriak meminta pertolongan. “Saat ditemukan korban berada sekitar 80 meter dari jarak rumahnya dan korban memang lolos dari pengawasan orang tuanya hingga tercebur,”ungkapnya.
Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Didik membenarkan kejdian itu. “Saya baru menuju ke lokasi, jadi belum pegang data,” singkatnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat mengatakan, setelah dilakukan evakuasi, korban langsung disemayamkan dirumah duka di Jl Perintis RT 7 Kampung Tumbit Melayu.
Selain memakan korban jiwa, banjir ini juga mengancam keselamatan warga akibat kemunculan buaya. “Buaya yang berkeliran di tengah perkampunan telah berhasil ditangkap oleh warga sekitar,”tutur Nofian
Dia mengimbau warga agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi bahkan belum adanya tanda-tanda air akan surut.
“Curah hujan yang cukup tinggi hingga sekarang menyebabkan arus banjir masih sangat deras dan masyarakat diharapkan siaga dalam situasi apapun dan segera laporkan kepada kami jika ada kejadian,” pungkasnya.
Editor: Koran Kaltim