Terlebih untuk Berau yang harga tiket pesawat cukup tinggi, sehingga banyak masyarakat memanfaatkan jasa travel untuk bepergian ke luar kota. Dengan kenaikan harga BBM ini ia menilai, akan membuat masyarakat semakin gigit jari.
Belum lagi kenaikan bahan pokok, karena ongkos kirim yang sudah bisa dipastikan akan naik. Dikatakan Madri Pani, terlepas mahalnya harga tiket pesawat, kini muncul keresahan baru bagi masyarakat Bumi Batiwakkal.
“Dampaknya pasti luas. Saya yakin itu. Sampai kapan masyarakat harus selalu jadi korban. Tidak rasional ini menurut saya,” ucapnya Senin (5/9/2022).
Dijelaskan Madri Pani, kenaikan harga pertalite dikarenakan keuangan negara yang hampir jebol. Bagaimana tidak, subsidi energi akibat kenaikan harga minyak dunia melonjak jadi Rp502,4 triliun di 2022. Meskipun disatu sisi ia menilai dapat mengurangi beban subsidi energi yang saat ini kelewat tinggi.
“Berau saat ini sedang pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata, kita sudah terpukul mahalnya harga tiket pesawat, sehingga opsi yakni lewat darat, namun kenaikan BBM ini pasti berimbas pada sepinya wisatawan,” bebernya.
Dirinya berharap, dengan alasan-alasan yang tepat, Pemkab Berau, bisa mendorong pusat agar bisa menahan kenaikan harga BBM Subsidi. Pasalnya bukan hanya Berau, namun daerah lain juga saat ini tengah terhuyung menuju perbaikan ekonomi.
“Banyak pertimbangan, belum lepas Covid-19, Berau alami kenaikan harga tiket pesawat, ke depan, travel juga akan menaikkan harga akibat naiknya BBM. Saya harap, agar ada jalan keluar dari permasalahan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Eppy salah seorang agen travel yang ada di Bumi Batiwakkal mengatakan, ia terpaksa menaikkan tarif penumpang, yakni Berau tujuan ke Samarinda dan Balikpapan Rp50 ribu. Begitu juga sebaliknya. Sedangkan dari Berau ke Bulungan naik Rp30 ribu. “Ya kenaikan ini bukan hanya kami yang rasakan. Tapi juga masyarakat luas. Jadi mohon dimaklumi,” jelas Eppy.
Ia mengatakan, sebelumnya harga dari Berau ke Samarinda yakni untuk kursi depan Rp 350 ribu, tengah Rp 300 ribu, sedang-kan dari Berau menuju ke Tanjung Selor yang sebelumnya Rp 120 ribu, kini menjadi Rp 150 ribu. “Untuk taksi dalam kota, tidak saya naikkan, disiasati saja. Kan kasihan masyarakat juga. Kalau penumpang berkurang itu pasti,” pungkasnya. (*/kk)