“Agar program Berau lebih baik ke depannya. Tempatkan orang-orang terbaik pada bidangnya, mutasi ini agar sesuai dengan SDM nya. Bukan mementingkan politik dan individu, agar menjadi adil dan bijak. Semua tentu ingin Berau menjadi baik,” ucapnya.
Ia menuturkan, lelang jabatan harus disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bukan tanpa alasan Madri mengungkapkan hal tersebut, ia menilai, kepala dinas ataupun kepada bidang, hingga kepala seksi, merupakan perpanjangan tangan dari bupati dan wakil bupati.
“Jangan sampai menempatkan orang yang tidak tepat, hanya duduk menikmati jabatan namun tidakmembuahkan hasil apa-apa,” tegasnya.
Dirinya menilai, dengan dilakukan seleksi dalam lelang jabatan, bisa terlihat SDM unggul yang cocok dalam mengisi jabatan tersebut. Ia juga menuturkan, jangan sampai lelang jabatan diisi muatan politik, titipan hingga orang dalam. Agar bisa bekerja secara profesional. Membawa Berau kearah lebih baik.
“Seleksi itu perlu bahkan penting. Bisa dilihat mana SDM unggul yang bisa membawahi suatu jabatan penting. Agar bisa bekerja dengan baik dan benar,” paparnya.
Ia menuturkan, mekanisme lelang jabatan harus dilakukan secara baik dan benar, jangan sampai merugikan masyarakat. Ia menegaskan, penempatan SDM yang profesional dalam bidangnya tentu akan bisa membawa Berau menjadi lebih baik.
“Mari ciptakan lelang jabatan yang sesuai kinerja SDM-nya. Jangan sampai ada titipan. Bukan hanya pertemanan, atau apapun itu. Tapi benar-benar, bisa membawa Berau lebih baik,” pungkasnya. (*/KK)
Penulis: */Tri Romadhani
Editor: Maruly Zainuddin