Namun kenyataannya, BBM yang disebut telah didistribusikan dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sampai sekarang masih sering terjadi kekosongan. Terutamanya BBM jenis pertalite dan pertamax.
“Hari ini (kemarin) BBM datang, cuma antreannya sangat panjang. Sebentar saja sudah habis,” kata Sutrisno, warga Barong Tongkok.
Masih sulitnya BBM tersebut didapatkan juga menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kubar. Yang langsung berkunjung ke Pertamina Kota Samarinda untuk bisa mengadakan rapat mengenai sulitnya BBM di Kubar.
“Besok (red-hari ini) kita akan adakan rapat bersama Pertamina Samarinda untuk mengetahui penyebabnya. Ini saya dalam perjalanan ke sana,” kata Ketua DPRD Kubar, Ridwai dihubungi lewat telepon, Rabu (20/7).
Setelah nantinya bertemu pihak Pertamina, kemungkinan baru akan ditemui titik terang mengenai alasan sulitnya didapatkan BBM di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Namun, sulitnya BBM ini juga kemungkinan karena adanya penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan kesempatan.
“Ya mungkin, ada dugaan penimbunan atau juga mungkin memang jatah distribusinya dikurangi. Oleh karenanya kita akan adakan rapat bersama pertamina besok (hari ini), sehingga kita bisa tahu penyebabnya,” pungkasnya.
Penulis: */Handayan
Editor: Supiansyah