“Sumber bantuan berasal dari Pemkab Berau maupun pemerintah pusat,” kata Lita, Minggu (3/7).
Sekira Rp3,1 miliar disiapkan untuk pemberian bantuan stimulan pada tahun ini. Terbagi dalam 12 kegiatan dan diserahkan ke tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Berau.
“Kalau memang anggaran mencukupi, kita akan mengusahakan agar 13 kecamatan mendapatkan bantuan stimulan,” tuturnya.
Petani mayoritas masih bersifat tradisional dan bergantung terhadap bantuan pemerintah, kecuali untuk komoditas kebun kelapa sawit. Kemudian menjadi kendala adalah tingginya harga pupuk dan obat-obatan seperti pestisida.
“Kami berharap petani bisa lebih mandiri, dalam rangka menindaklanjuti 18 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Berau untuk menyejahterakan masyarakat yang bekerja di bidang perkebunan,” tandasnya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyebut, masyarakat yang menggantungkan hidup dengan berkebun tidak sedikit. Sehingga pemerintah hadir untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
“Dengan memberikan bantuan stimulan, harapannya pekebun bisa mandiri dan meningkatkan hasil produksi,” pungkasnya. (*/kk)
Editor: Supiansyah