“Untuk sekarang titik WiFi yang terpasang di Kelurahan Bugis terdapat 23 titik akses point, Kelurahan Gayam terdapat 16 akses point, Kelurahan Gunung Panjang terdapat sembilan akses point dan Kelurahan Karang Ambun ada sembilan akses point,” jelasnya, Minggu (26/6/2022).
Dalam rencana kerja Diskominfo tahun 2022 akan dilakukan pemasangan sebanyak 350 titik, kemudian di tahun 2023 memasang 350 titik, dan terakhir 300 titik akan dipasang pada 2024. Sehingga totalnya ada 1.000 titik.
“Itu program kami, tapi apabila anggaran mencukupi, dua tahun saja kita sanggup menyelesaikan apa yang menjadi keinginan kepala daerah saat ini. Tergantung pendanaan, sebagai dinas teknis kita sanggup memasang 700 titik dalam satu tahun,” tegasnya.
Diakuinya, dalam waktu dekat pemasangan WiFi gratis belum bisa dilakukan di beberapa kampung karena belum memiliki infrastruktur penunjang. Kalau memaksa pemasangan WiFi tanpa adanya jaringan maka akan percuma karena tidak bisa terhubung ke internet, jadi bertahap untuk meningkatkan fasilitas terlebih dahulu.
“Untuk diketahui, jaringan internet merupakan suatu hal yang sulit didapat di beberapa kampung, bahkan ada kampung yang sama sekali belum tersentuh internet,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengentasan kawasan blank spot sudah menjadi prioritas dari pemerintah pusat melalui program pemasangan tower Base Transceiver Station (BTS). “Jadi kita gabungkan dengan program daerah yakni WiFi gratis, jadi antara pemerintah pusat dengan daerah saling bersinergi dan tersinkronisasi,” sambungnya. (*/kk)