Kapal Pesiar White Manta berkapasitas 38 tamu dengan 14 kamar, masing masing 4 kamar berkapasitas 2 tamu dan 10 kamar masing-masing berkapasitas 3 tamu.
Kapal juga menyediakan layanan diving hingga restoran dan anjungan yang menjadi tempat bersantai wisatawan. “Akan menjelajahi Pulau Derawan, Kakaban, Sangalaki, Maratua dan juga perairan Talisayan,” kata Sri Juniarsih
Hadirnya kapal White Manta menjadi langkah positif dalam membangkitkan sektor pariwisata pascapandemi Covid-19.
Pemkab Berau menyambut baik dengan memberikan dukungan penuh dalam menyempurnakan sarana pendukung. Melakukan koordinasi melalui instansi terkait, termasuk dengan pemerintah provinsi maupun pusat. “Berau merupakan daerah yang paling banyak destinasi wisata di Kaltim, ini menjadi semangat kita bersama untuk terus ditingkatkan. Terlebih dengan ditetapkannya IKN (Ibu Kota Negara) di Kaltim,” jelasnya.
Kapal White Manta paling tidak berkeliling di seluruh Indonesia, sehingga bisa menyampaikan pesan kepada orang luar Berau bahwa di Kalimantan Timur ada kabupaten yang memiliki gugusan kepulauan yang sangat cantik. Ini bisa menjadi ajang promosi dari Pemkab Berau kepada wisatawan mancanegara. “Sayangnya mereka hanya empat bulan berada di Berau,” sebut Sri. (*/kk)