Dirinya juga sepakat dengan rencana pemerintah pusat karena akan berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Namun pengawasan harus terus dilakukan agar rencana besar dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pada prinsipnya kita sependapat dengan konsep yang diberikan oleh pemerintah pusat, tetapi jika berkaitan dengan kawasan ekonomi biru yang berkaitan dengan konservasi dan pariwisata, kita berharap konservasi itu betul-betul dilakukan dengan pengawasan yang ketat, jangan sampai jika sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi justru tidak ada pengawasan sama sekali,” kata Sa’ga,.
Sosialisasi kepada masyarakat juga dibutuhkan sebelum program blue economy yang rencananya dimulai pada 2022 mendatang terlaksana. Tentunya agar masyarakat sadar dan segala aktivitas yang dilakukan dapat bermuara kepada keberlangsungan ekosistem laut di Pulau Maratua dan Pulau Sambit.
“Sosialisasi harus melibatkan camat maupun dinas terkait sebagai sarana pendekatan. Ketika komunikasi telah berjalan dengan baik, maka harapannya tidak ada lagi aktivitas yang bersifat merusak alam, jangan sampai terjadi pada wilayah konservasi di pulau lain yang dinilai kurang dalam pengawasan,” ungkapnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, program tersebut bukan berarti pemerintah melarang aktivitas masyarakat tetapi lebih kepada upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
“Dalam pariwisata, daya dukung wisatawan yang berkunjung kan terkait dengan lingkungan yang terjaga keasriannya paling tidak sesuai dengan aturan konservasi yang ada itu harus dilakukan,” papar Sa’ga.
Pembangunan daerah dengan mengutamakan potensi kelautan sudah semestinya dilakukan. Pasalnya, tidak mungkin Berau terus bergantung pada sektor pertambangan.
Selain itu, mengingat alam Berau yang sangat kaya serta menjadi destinasi primadona dalam pariwisata di Kalimantan Timur, maka pembangunan berkelanjutan harus ditingkatkan.
“Intinya kan kita berupaya bagaimana alam tetap terjaga dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” tutup Sa’ga.
Editor: Aspian Nur