Terkait hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Madri Pani angkat bicara. Madri berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bisa lebih menghargai perjuangan para nakes dengan tidak memberhentikan mereka.
Dikatakan Madri, dalam perjanjian kontrak yang ada, para nakes ditugaskan mulai Januari hingga Desember 2021. Namun, jika Oktober ini para nakes telah diberhentikan, tentu saja hal ini menyalahi kontrak, meski saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 telah melandai.
“Mereka itu manusia, bekerja keras, bahkan tidak sedikit yang terpapar. Kenapa harus diberhentikan,” tegas Madri Selasa (5/10/2021) kemarin.
Nakes telah berjuang keras di tengah meningginya angka Covid-19 di Bumi Batiwakkal. Namun setelah melandai, pemerintah daerah seakan lupa dengan perjuangan yang telah dilakukan.
Hal ini menurut Madri sangat tidak manusiawi. Ia menilai tidak ada rasa terima kasih yang diberikan oleh pemerintah, jika sampai melakukan hal tersebut.
“Kenapa tidak ditempatkan di Puskesmas atau di rumah sakit saja. Atau minimal, berikan mereka secercah harapan untuk bekerja menjadi PTT (Pegawai Tidak Tetap) atau tenaga honorer,” paparnya.
Mengenai anggaran yang tidak ada, bukanlah hal yang pantas. Pasalnya banyak kegiatan yang di-recofusing hanya untuk menalangi anggaran Covid-19.
Madrid menilai rencana pemberhentian ini sama sekali tidak mendasar. “Ada yang ngadu, dan saya tegaskan agar hargai mereka yang sudah berjuang,” jelas Madri.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawan. Nakes ini merupakan pahlawan di saat Berau terpuruk akibat lonjakan kasus yang tinggi pada beberapa bulan lalu. Mereka yang berada pada garis terdepan untuk merawat warga Berau yang terpapar.
“Saya sangat sayangkan jika ada oknum yang tega memberhentikan para nakes ini,” tegasnya.
Politisi Partai Nasdem ini mengaku tidak akan tinggal diam, jika sampai pemberhentian tersebut dilakukan. Ia menilai tidak sedikit waktu yang dikorbankan para nakes untuk merawat pasien. Selain itu, para nakes juga mengorbankan tenaga serta meninggalkan keluarga. Bahkan ada juga keluarga dari nakes tersebut yang sampai terpapar Covid-19.
“Saya tidak akan tinggal diam, jika hal itu sampai terjadi,” tutup Madri.
Penulis: */Tri Romadhoni
Editor: Aspian Nur