Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau Salim menuturkan, pihaknya ingin membuka Kampung Batik di pusat kabupaten selain di Kampung Maluang dan Tumbit Melayu.
“Rencana pembangunan kampung batik akan dibuat di pusat kabupaten sesuai keinginan bupati, inginnya di sekitar Kecamatan Tanjung Redeb,” tuturnya, Minggu (26/9).
Aalasan hingga saat ini belum bisa merealisasikan program pembangunan kampung batik di pusat kabupaten karena terkendala Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Mengingat untuk pembuatan batik sendiri menghasilkan limbah yang perlu dikelola dengan seksama agar tidak mencemari lingkungan sekitarnya.
“Perlunya saat ini kita melihat dari sisi kepengurusan Amdal, sebab proses pembuatan batik ini menghasilkan limbah juga, masih perlu evaluasi lagi dan dipikirkan matang-matang,” jelasnya.
Salim mengungkap pada anggaran tahun lalu telah dimasukan permintaan akan mesin printing batik untuk Kelompok Batik Tapuri di Jalan Pemuda, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb dan sudah diberikan mesin printing batik kepada kelompok batik tersebut.
Selain pemberian mesin printing batik, Salim mengutarakan bahwa akan dibangun sebuah rumah yang akan dipergunakan oleh para perajin. Sedikit tertunda karena belum menemukan lahan yang tepat untuk pembangunan.
“Selain memberikan peralatan pendukung pemda juga akan membangunkan sebuar rumah sebagai tempat pengrajin batik untuk memproduksi batiknya, tetapi tertunda permasalahan lahan,” pungkasnya.
penulis : */Rama
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Senin tanggal 27 September 2021