Kunjungi Delapan Anak yang Orangtuanya Meninggal karena Covid-19, Bupati Berau Tegaskan Bantu Biaya Pendidikan
1 menit baca356 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Bantuan dan perhatian kepada delapan anak yang menjadi yatim piatu karena kedua orangtua mereka meninggal dunia akibat Covid-19 terus berdatangan dari berbagai pihak termasuk Bupati Berau Sri Juniarsih.
Minggu (12/9/2021) kemarin Sri mengunjungi kediaman mereka di Kampung Ampen Medang, Kecamatan Batu Putih.
Sri merasa bersyukur karena kondisi mereka baik-baik saja. “Alhamdulillah, ternyata mereka saat ini tinggal bersama kakek dan nenek yang bisa merawat dan memberi kasih sayang terutama kepada anak yang masih kecil,” ujar Sri.
Karena dari delapan bersaudara ini dua kakak tertua sudah bekerja, maka ia berharap banyak kepada mereka untuk merawat adik lainnya dengan baik. “Saya harap juga mereka bisa hidup mandiri,” sebut Sri lagi.
Pemerintah Kabupaten Berau akan menanggung masa depan pendidikan anak yang masih berusia sekolah. “Pendidikan akan kami jamin dari SD hingga SMA, dan kalau nanti mereka mau pasti akan kami bantu untuk meneruskan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” ungkap Sri.
Sementara Nurul mewakili saudaranya berterima kasih atas bantuan yang datang dari seluruh pihak, termasuk dari Bupati Berau. “Tadi dijanjikan untuk pendidikan adik-adik akan dibantu. Alhamdulillah, saya sangat senang,” kata Nurul.
Dirinya sempat bingung atas kehidupan mereka setelah ditinggal oleh kedua orangtua terlebih lima orang adiknya masih berada dalam usia sekolah. “Sebelumnya bingung bagaimana kehidupan dan pendidikan adik, tetapi setelah mendapat jaminan dari bupati, saya jadi tenang,” ujarnya.
Yang menjadi kendala saat ini adalah harus bekerja sekaligus mengasuh adiknya yang paling kecil karena dirinya sering terlambat ke kantor karena harus mengasuh adiknya terlebih dahulu.
Kendati demikian, ia tetap senang hati merawat adik-adiknya karena saat ini tanggung jawab berada pada dirinya dan kedua saudaranya.
“Kalau sekarang jadi sering terlambat masuk kerja karena mengurus adik dahulu, tetapi bapak kepala kampung Alhamdulillah mengerti dengan kondisi saya saat ini,” tutup Nurul.
Penulis: */Tri Romadhoni
Editor: Aspian Nur










