“Memang kecil, tapi ini kali pertama Berau memberikan vaksin kepada para wanita yang tengah mengandung,” kata Iswahyudi, Sabtu lalu (4/9).
Ia menambahkan, 56 peserta tersebut memiliki usia kandung yang berbeda yakni dari usia kandungan 13 minggu hingga masa kelahiran. “Untuk jenis vaksinnya kami menggunakan Sinovac,” ungkapnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Kandungan RSUD Abdul Rivai, dr Jatmiko menjelaskan, ibu hamil menjalani observasi sebelum menerima suntikkan vaksin. Beberapa yang diperiksa adalah tekanan darah, suhu tubuh, serta ada atau tidak penyakit bawaan.
“Ada juga kriteria, saat ini ibu hamil menderita penyakit penyerta atau tidak, seperti asma, gangguan jantung, kencing manis dan penyakit auto imun lainnya,” jelas Jatmiko.
Alasan ibu hamil mendapatkan vaksin hanya yang memiliki usia kandungan di atas 13 minggu, agar dapat dimonitor lebih seksama pascavaksinasi. Lantaran jika dilakukan di bawah usia yang disarankan, dikhawatirkan keliru membedakan gejala pascavaksin atau memang efek saat usia kandungan masih terlalu muda.
“Vaksin itu aman untuk setiap usia kehamilan, yang kita hindarkan pada awal kehamilan para ibu biasanya mengalami gangguan mual dan muntah. Saat di atas trimester 1, gejala awal kehamilan sudah berkurang. Jadi pantauan pasca vaksin lebih jelas,” pungkasya.
Penulis: */Rama
Editor : Bambang Irawan