Pemkab Berau Jamin Pendidikan Anak Korban Covid-19
1 menit baca348 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau menjamin kehidupan dan pendidikan anak yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu akibat Covid-19.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Kamis (2/9/2021) kemarin.
Orang nomor satu di Berau ini menuturkan, tidak menutup kemungkinan akan memberikan beasiswa hingga ke perguruan tinggi meski ia baru mendengar satu keluarga yang menjadi yatim piatu.
“Beasiswa akan diberikan kepada anak yang kurang mampu, apalagi orangtuanya meninggal karena Covid-19,” tuturnya.
Program beasiswa sudah diatur oleh Dinas Pendidikan Berau. “Untuk beasiswa kalau tidak salah SD Rp1,5 juta, SMP Rp2 juta dan SMA Rp2,5 juta, ini sudah ada sejak bupati sebelumnya karena program lanjutan,” papar Sri.
Saat ini baru satu keluarga yang beranggotakan 8 anak menjadi yatim piatu akibat kedua orangtuanya meninggal setelah terpapar Covid-19. Dinas Sosial telah melakukan pendataan dan membangun komunikasi dengan keluarga korban.
“Anak ini akan menjadi tanggungan Pemkab Berau, baik pendidikan maupun kehidupan sehari-hari,” sebut Sri lagi.
Disinggung mengenai pengangguran akibat diberhentikan kerja karena pandemi Covid-19 ini, Sri mengatakan, Pemkab Berau minta dengan tegas agar perusahaan tidak memberhentikan karyawan yang terpapar Covid-19.
“Kami mewajibkan kepada perusahaan yang memiliki CSR, agar peduli terhadap masyarakat yang terdampak PPKM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Berau, Totoh Hermanto mengatakan, hingga saat ini terdapat sebanyak 256 anak yang orangtuanya meninggal akibat pandemi Covid-19. Namun merupakan data mentah dan belum diverifikasi. “Masih data sementara,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, terdapat juga anak yang berusia di atas 18 tahun. Setelah data pastinya terverifikasi, pihaknya akan menyerahkan kepada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Data tersebut dari 13 kecamatan, bisa berkurang dan bertambah, kan belum matang datangnya,” kata Totoh.
Penulis: */Tri Romadhoni
Editor: Aspian Nur










