“Kita masih menunggu arahan pemerintah pusat, tapi memang ada wacana perpanjangan PPKM level IV mulai 26 Juli hingga 10 Agustus 2021, dan itu akan kita ikuti,” jelasnya.
Ia melanjutkan, untuk kebutuhan penanganan Covid-19 seperti oksigen, Berau masih memiliki cukup pasokan, bahkan beberapa waktu lalu sempat mengirimkan oksigen ke Bulungan. Namun karena di Berau terus mengalami lonjakan kasus, sehingga nantinya kebutuhan akan oksigen juga bertambah, maka kemungkinan oksigen yang biasa kita pasok ke Bulungan akan diberhentikan sementara.
Terkait vaksin yang masih belum mencukupi di Berau, Bupati mengaku semaksimal mungkin untuk mengkomunikasikan hal tersebut dengan pemerintah pusat sehingga Berau yang juga termasuk ke zona PPKM level IV di luar Jawa dan Bali mendapat prioritas jatah vaksin. “Mengingat pemberian vaksin di Berau masih rendah, hanya 12 persen untuk pemberian vaksin pertama dan 9 persen untuk vaksin kedua,” sambungnya.
Mengingat masyarakat banyak terpapar Covid-19, rumah sakit juga telah melebihi kapasitas menampung pasien Covid-19, sehingga para tenaga kesehatan (Nakes) harus bekerja ekstra untuk melayani masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menuturkan, jika dilihat saat ini kasus terkonfirmasi memang tidak terbendung lagi. Jangan sampai ke depannya kita menghadapi seperti kasus di India.
Ia menambahkan, secara kedinasan pun ia bersama Dinas Kesehatan Kaltim juga telah meminta vaksin, dan tinggal menunggu respons pemerintah pusat.
Terkait kebutuhan oksigen, Iswahyudi mengungkapkan, saat ini telah mulai banyak masyarakat yang melakukan isolasi mandiri yang membutuhkan oksigen tersebut.
Terlepas kondisi rumah sakit yang over kapasitas, menurutnya bagi pasien yang mengalami gejala ringan memang lebih nyaman melakukan isolasi mandiri di rumah, sebab tingkat stres akan jauh berkurang daripada dirawat di rumah sakit.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah, untuk selalu menjaga prokes. Jangan sampai timbul klaster keluarga yang baru. Serta perhatikan asupan makanan, kalau memiliki gejala tidak dapat merasakan makanan harus tetap dipaksa karena demi kebaikan diri sendiri.
“Kalau tidak makan nanti imun semakin turun, tidak lekas sembuh nanti. yang di rumah juga jangan seenaknya, mentang-mentang keluarga sendiri lalu tidak prokes. Jangan,” pungkasnya.
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Senin tanggal 26 Juli 2021